LinkWithin

Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts
Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts

Monday, March 21, 2016

Maluku Utara Trip


Sekian lama tak menulis di blog.. vakum 4 bulan lamanya.. Post kali ini sy akan menceritakan pengalaman selama perjalanan saya ke timur bumi nusantara.. Boleh dibilang ini adalah perjalanan terjauh saya so far.. Sekitar bulan Oktober saya berkesempatan mengunjungi Kab. Halmahera Selatan dan Kab. Halmahera Timur, di Provinsi Maluku Utara.. Dari Jakarta kemarin saya menempuh penerbangan dengan terlebih dahulu transit di Manado.. Sempat delayed lumayan lama di Manado.. Kemudian kami melanjutkan penerbangan ke Ternate.. Karena hari sudah mulai malam, kami menginap satu malam di Ternate. Keesokan harinya kami bersiap kembali terbang menuju Kab. Halmahera Selatan dengan pesawat yang lebih kecil, pesawat Bombardier. Inilah pertama kalinya saya naik pesawat penumpang berukuran kecil. Jadi awal-awal agak aneh tapi exciting juga hehe.. Tidak sampai 1 jam penerbangan ditempuh, tibalah kita di bumi bacan, Halmahera Selatan disambut dengan senyum hangat dan keramahan Bapak Bupati Muhammad Kasuba dan perangkat daerah lainnya...



Setibanya di sana, kita langsung menuju tempat acara sosialisasi dana  desa digelar.. Yap, kita ke sana memang dalam rangka tugas kantor.. Jadi memang tidak ada waktu khusus jalan-jalan.. Hanya memanfaatkan waktu-waktu yang tersisa.. Sore harinya setelah selesai melakukan tugas hari pertama, kami jalan-jalan sebentar.. Mengunjungi Kedaton Kesultanan Bacan, ya Halmahera Selatan memang terkenal dengan batu bacannya.. Sayang waktu itu pagar terkunci, setelah menunggu sekian lama baru pintu dibukakan. Kita hanya singgah dihalaman depan kedatonnya saja..



Batu yang kami duduki ini bukan sembarang batu loh... Batu besar ini yang katanya beratnya berapa ton ya saya lupa, adalah batu bacan terbesar yang pernah ada.. Bisa dilihat kan warna hijau khas batu bacannya?..



Tak jauh dari Kedaton kami mengunjungi jembatan bacan, nah itu bacannya dipasang sepanjang jembatan yang menghubungkan kali dibawahnya.. tepat dibawah saya berdiri..


Waktu sudah menunjukkan menjelang sunset saat itu.. Sehingga kami melanjutkan jalan-jalan di pinggir pantai apa ya lupa.. Disana kami menikmati sajian pisang sambal khas daerah timur, pisang cokelat dan tak lupa kerupuknya hehe.. Dari pinggir pantai, ada pemandangan menarik yang baru saya lihat.. Di tengah laut sana, serombongan lumba-lumba muncul dan berenang-renang.. Subhanallah, indah sekali.. Sayang susah mengabadikannya dengan kamera handphone..
 

Malam itu kita bermalam di Halmahera Selatan yang beribu kota di Labuha.. Keesokan harinya, pagi sekali kita sudah berangkat lagi menuju Ternate, untuk kemudian terbang lagi menuju Maba, Halmahera Timur untuk melaksanakan sosialisasi berikutnya .. Kita naik pesawat berukuran sama dengan ketika ke Labuha.. lama perjalanannya pun sama.. Berbeda dengan Halmahera Selatan yang lumayan hijau.. Halmahera Timur lebih panas dan gersang.. Mungkin karena daerah tambang.. Jadi kita memang tidak jalan-jalan karena tak ada waktu juga hehe.. Dari hotel tempat kita menginap, menuju tempat acara saja kita menempuh perjalanan 2 atau 3 jam ya.. Lupa.. 



Dari Halmahera Timur kita memutuskan untuk menuju Ternate melalui jalan laut.. Dengan terlebih dahulu melalui perjalanan darat dari Halmahera Timur menuju Sofifi selama kurang lebih lima jam lamanya.. Perjalanan darat dari Maba ke Sofifi itu lumayan berat hehe.. Karena kondisi jalan yang lumayan berkelok dan rusak di beberapa bagian jalan.. Tapi hiburannya adalah pemandangan yang sangat indah sepanjang perjalanan ini.. Bisa dilihat dalam foto berikut..



Subhanallah keren kan? Sayang karena kita mengambil foto dari dalam mobil yang sedang berjalan.. Susah sekali mengambil foto karena dalam beberapa detik pemandangan sudah berganti..



Sesampainya di Sofifi, kita melanjutkan perjalanan dengan speed boat.. Ini juga pertama kalinya saya naik speed boat.. Alhamdulillah cuaca pagi itu cukup bersahabat, jadi gelombang laut sangat aman terkendali..


Tak lupa foto dong di dalam speed boat..



Alhamdulillah sampai di Ternate dengan selamat.. kemudian kita mencoba sarapan dengan nasi kuning khas Ternate.. Enak sekali, Alhamdulillah...



Ayo coba tebak apa yang beda dari nasi kuningnya?? Yup irisan panjang-panjang itu.. Dari rasa dan teksturnya, kemungkinan besar itu adalah potongan singkong diiris tipis kemudian digoreng dan dibumbui pedas manis gurih.. Sebelum melanjutkan perjalanan ke bandara, kami menyempatkan dulu untuk mampir di Kanwil Perbendaharaan Maluku Utara.. Alhamdulillah, Allah beri kesempatan juga berjumpa lagi dengan sahabat semasa kuliah dulu.. Sepasang suami istri yang keduanya adalah sahabat ketika menempuh pendidikan di STAN.. Kami sempat berfoto, tapi saya tidak posting karena khawatir mereka kurang berkenan.. Demikian postingan kali ini.. hanya mengabadikan perjalanan yang sebentar ini.. Masih banyak lagi tempat-tempat indah di Maluku Utara yang belum dieksplore.. Jadi, tertarik datang lagi?? Insya Allah hehe..


Friday, November 6, 2015

Palembang 2015

Akhir September lalu saya berkesempatan mengunjungi Kota Palembang dalam rangka tugas dari kantor. Sebetulnya ini kali kedua saya datang ke Palembang. Mungkin sekitar 3 tahun yang lalu pernah juga tugas ke sini.. Bedanya kali ini suasana Palembang sedang kurang bersahabat. Apalagi kalau bukan karena sedang terjadi musibah asap di sebagian besar wilayah Sumatera.. Turun dari pesawat, bau asap sudah sangat terasa.. Buru-buru saya memakai masker yang sengaja saya bawa dari Jakarta.. Foto diatas diambil dari bandara Sultan Badarudin Palembang.. Lumayan tebal kan asapnya..

Stadion Jakabaring, kebanggaan warga Palembang dengan kesebelasan Sriwijayanya...

Setelah melaksanakan tugas di hari kedua, sengaja besoknya saya minta penerbangan pulang diakhirkan hehe.. Lebih tepatnya diajak sih, kebetulan Bu Nelly salah satu rombongan yang ikut besar di Palembang. Jadi beliau masih punya kerabat di sana.. So, hari itu saya dan Bu Nelly menghabiskan waktu dulu di Palembang sementara yang lain sudah terbang ke Jakarta. 

 
Hari ketiga Alhamdulillah cuaca lebih cerah, asap tak setebal hari pertama.. Sehingga udara menjadi sedikit lebih nyaman untuk jalan-jalan.. Dipandu guide ponakan Bu Nelly, kami jalan-jalan ke tempat-tempat simbolis Kota Palembang. Hanya sedikit tempat saja, berhubung waktu yang sangat terbatas.. Pertama kami datang ke Benteng Kuto Besak.. Bangunan peninggalan zaman penjajahan dulu. Tempatnya tidak begitu jauh dari icon kota Palembang yaitu Jembatan Ampera.. Tapi sayang karena asap, rencana makan malam di Jembatan Ampera tidak dapat terlaksana.. Karena rumah makan yang konsepnya terbuka, tentu saja tak nyaman makan sambil menghirup asap hehe.. Semoga asap segera berlalu. Sudah terlalu banyak korban demi semangat kapitalis yang hanya memikirkan uang dan uang.. Tak peduli siapapun dikorbankan..

Dari benteng Kuto Besak kita lanjut ke wisata kuliner.. Palembang memang tempatnya makanan2 enak.. Yang sangat terkenal tentu saja empek-empek.. Nah berhubung saya memang fans berat empek-empek, bener deh bahkan empek-empek sekelas abang-abang sampai yang terkenal buat saya tetep enak rasanya hehe tentu saja saya sangat senang disini.. Tak kurang 3 merk empek-empek yang dicoba di sana.. Empek-empek Candy, Beringin sampai empek-empek Saga hehe.. Yang terakhir yang sempat diabadikan fotonya.. 

Makanan pertama yang dicoba pagi itu adalah Mie Celor.. Mie basah kuning yang diberi kuah kuning dari santan yang dicampur kaldu udang.. Rasanya.. Hmmm, maknyusss banget.. Rasanya mirip dengan mie koclok Cirebon.. Bedanya di mie yang beda ukuran hehe... Mie celor mienya besar-besar, sementara mie koclok lebih kecil.. Terus kuahnya berwarna kuning kemerahan, sementara mie koclok putih santan..


Lanjut ke Es Mamat, kita menikmati segelas es campur kacang merah yang juga tak kalah maknyuss dan segerrr.. Warungnya terletak di pinggir jalan komplek perumahan.. Kita menikmati es ini di dalam mobil saja karena tempatnya yang sempit dan sedang ramai..


Setelah itu lanjut jalan ke empek-empek saga.. Berbeda dengan empek-empek yang dicoba sebelumnya di Candy dan Beringin, kali ini kita memcoba jenis empek-empek yang lain.. Yaitu Pempek Lenggang dan Pempek panggang.. Sama-sama dipanggang, bedanya Lenggang itu menggunakan campuran telur bebek.. Saya pikir bakal amis, tapi ternyata ga terlalu amis loh.. Rasanya uenak..


Selain pempek, saya mencoba juga Tekwan di tempat asalnya dong.. Tapi entah kenapa tekwan yang saya coba kurang maknyuss.. Bahkan rasanya buatan tetangga pas arisan dulu lebih terasa enak hehe... Mungkin salah tempat ya.. Sempat juga kita ke Pasar apa ya namanya lupa.. Bu Nelly mesti membeli kue titipan ibunya.. Kue delapan jam.. Yap betul dinamakan delapan jam karena memang dibuat selama 8 jam.. Amboiii lamanya.. Tak sabar kalau saya mah buatnya hehe.. Sayang no pic, karena lupa foto hehe..


Terakhir kita berfoto bersama di depan Pempek Saga bersama sepupu dan ponakan Bu Nelly yang super ramah.. Berasa sudah kenal lama, padahal ternyata Bu Nelly saja baru kali ini ketemu ponakannya hehe..

Thursday, July 2, 2015

Tangkuban Parahu Subang



Bulan Mei lalu.. Qodarullah ada keperluan ke Kab. Subang.. Selama ini biasanya lewat Subang bagian panturanya kalau mudik ke kampung halaman.. Baru kali ini ke pusat kota/pemerintahan Subang.. Berangkat dari Kp. Rambutan menggunakan bis AC Warga Baru yang ggrrr.. nyebelin hehe.. Apalagi pas jalan balik ke Depok, ngetemnya ampyun deh.. AC ga kerasa, belum penumpang yang tetap merokok.. Ihh. Sayangnya sy belum bisa bawa mobil sendiri.. Jadi ya derita lu deh ya..mobil nganggur di rumah, eh malah sengsara di jalan.. Perjalanan ke Subang kupikir hanya 2-3 jam saja, kenyataannya hampir 5 jam ditempuh sampai ke pusat kotanya..


Dulu saya pikir Gn. Tangkuban Perahu itu di Bandung loh.. Selama ini juga orang-orang yang berwisata ke sana, selalu bilang dari Bandung hehe.. Padahal ya.. Gn. Tangkuban Perahu itu masuk wilayah Kab. Subang.. Memang perbatasan dengan Kab. Bandung sih..


Dari pusat kota ke wilayah Gn. Tangkuban Perahu ini memakan waktu kurang lebih 45 menitan.. Rutenya miriiip dengan rute perjalanan ke daerah Puncak.. Lengkap dengan kebuh teh di kanan kiri jalan.. Udaranya juga sangaaat dingin.. Tapi yang ga tahan itu bau belerangnya.. Jadi memang sebaiknya memakai masker supaya lebih nyaman berjalan-jalan...
 
Pemandangannya sendiri yaa.. bisa dilihat di foto hehe.. Cuma siapkan fisik kalau ke sini yaa.. jalan-jalan yang menanjak lumayan bikin pegel kaki.. Berhubung jalan bersama Ibu yang sudah tidak prima lagi fisiknya, kita ga bisa naik-naik lebih tinggi.. 


Foto diatas ini diambil di wilayah yang lebih tinggi.. Untuk ke tempat ini kita harus berjalan di jalanan menanjak yang lumayan curam..

Sayangnya saya tidak bisa berlama-lama di sini.. Jadi sebetulnya banyak sekali yang belum di eksplore hehe.. Tapi lumayan lah minimal bisa bilang pernah ke sini selaku urang Jawa Barat.. Masa belum pernah ke sini hehe.. Sok mangga yang mau jalan-jalan k sini ya..


Tuesday, June 23, 2015

Plangon



Masih di seputaran Cirebon, di daerah Sumber menuju arah Mandirancan, Kuningan ada satu daerah yang boleh dibilang tujuan wisata di Cirebon.. Namanya objek wisata Plangon.. 

Tempat ini merupakan habitat kera-kera liar.. Kemarin cuma foto-foto di luar Plangon karena memang hanya lewat saja ga masuk ke dalam.. Tapi beberapa tahun yang lalu kita pernah juga masuk ke area dalam.. 

Sebetulnya ga ada tempat khusus juga kalau kita ke dalam.. Hanya tempat seperti mushola/makam.. Lupa juga makam siapa.. Banyak juga yang ke sini untuk berziarah.. Jalanan menuju ke tempat ini menanjak, lumayan pegel juga jalannya hehe.. Disebelah kanan kiri jalan setapak banyak pohon-pohon (area hutan dalam kota) dengan banyaaaak sekali kera disekeliling kita.. Dari mulai yang keciiil bayi kera sampai yang besar.. Karena kera liar jadi kadang-kadang ada juga kera yang terlalu agresif mengambil makanan dari tangan kita.. Ponakan sampai ketakutan hehe..Tapi tetep aja masih excited kalau diajak ke sana..


Tuesday, June 9, 2015

RM Kampung Daun Cirebon

1,5 bulan vakum ngeblog.. Entahlah koq akhir-akhir ini ada aja yang dikerjakan.. Akibatnya waktu untuk browsing dan blogging juga berkurang hehe.. Awal bulan Mei lalu, karena tgl 1 Mei jatuh pada hari Jumat kita memutuskan pulang kampung dengan memanfaatkan long weekend.. Memang ada rencana untuk menjemput ibu di Kuningan.. Seperti biasa setiap tanggal 1 Mei (hari lahir Syafiq) kita biasa kumpul makan bareng keluarga.. Karena kebetulan kakak dan adik ipar bisa ikut mudik bareng, jadilah kita kumpul makan barengnya di Cirebon.. Agak bingung awalnya cari-cari resto yang tidak terlalu jauh dari rumah.. Hasil browsing ketemu lah RM Kampung Daun ini.. Lokasinya di daerah Sumber, tidak jauh dari rumah mertua di Plumbon..


Sebetulnya pemandangan di restoran ini tidak begitu menarik.. Kolam ikan pun hanya kolam kecil didepan resto yang kita foto dibawah ini.. Bentuknya gubuk-gubuk lesehan..

Untuk menu sendiri standar restoran sunda.. Aneka macam ikan dan seafood yang diolah dengan berbagai variasi.. Harganya juga lumayan murah.. Waktu itu makan ber 13 org ini cuman habisnya sekitar 700rb-an saja.. Padahal lumayan banyak juga yang dipesan..

Dibelakang gubuk-gubuknya terhampar sawah yang menghijau.. Lumayan bagus juga jadi background foto hehe.. Buat yang cari tempat makan murah meriah di sekitar Sumber Cirebon bisa coba datang ke tempat ini.. Menu empal gentong khas Cirebon juga tersedia koq di sini.. Silakan mencoba..

Tuesday, April 28, 2015

Planetarium

Sebulan yang lalu pas long weekend karena hari kamisnya libur tanggal merah.. Sebetulnya pas libur sperti ini maunya di rumah saja.. Beristirahat.. Tapi apa daya agenda akhir pekan saja masih harus keluar rumah.. Padahal kasihan juga Syafiq long weekend tidak pergi jalan-jalan seperti teman-temannya yang lain.. Pas ahadnya kami baru bisa punya waktu kosong.. Rencana awal mau ke kota tua. Pergi berempat dengan Bi Eni, adik ibu yang sekarang tinggal di rumah.. Jalan dari rumah terus titip mobil di stasiun Tanjung Barat.. Ternyata krl mengalami gangguan.. Akhirnya mengubah rencana.. Langsung cuss pake mobil aja ke TIM dengan niat ke Planetarium.. 

 
Sampai disana ternyata antriannya wow banget.. Kapasitas sekali pertunjukan sekitar 310/330 org lupa.. tapi antriannya hehe.. Yang pasti sampai sana jam 10.. pas ngantri untuk jam 11 sudah habis.. Karena sudah kadung ngantri, suami tetep di antrian sampai loket kembali dibuka untuk pertunjukan jam 13 siang.. Antri sejam lebih..
 
Akhirnyaa.. Dapet juga tiketnya..


Sambil nunggu waktu pertunjukan kita keliling2 seputar planetarium.. Lumayan lah daripada bosan..



Pada saat pertunjukan.. Syafiq excited sekalii.. Alhamdulillah kesampaian juga datang ke tempat ini.. Tanpa planning malah jadi hehe.. Yang pasti kunjungan ke tempat ini menambah wawasan kita tentang astronomi dan juga menambah kekaguman kita pada Sang Pencipta langit dan bumi yang kita tinggali saat ini.. Alhamdulillah Ya Allah atas segala karunia-Mu yang takkkan pernah bisa terhitung..


Friday, February 13, 2015

Taman Purbakala Cipari Kuningan


Ini salah satu momen pas pulang akhir tahun lalu ke Kuningan.. Karena suami tidak bisa mengambil cuti pada akhir tahun.. Jadi suami cuma mengantar libur sabtu minggu, minggu sore balik lagi ke Depok.. Liburan sengaja dibagi dua tempat supaya adil di Kuningan dan Cirebon kampung ayahnya Syafiq.. Karena di Cirebon ada sepupunya Aya, Syafiq awalnya agak bete sewaktu masuk jatah liburan di Kuningan.. Cemberut terus, bahkan badannya sempet anget sedikit... Walhasil saya harus berusaha keras membuat Syafiq tidak cemberut lagi.. saya bawa ke beberapa tempat di Kuningan.. Salah satunya ke situs purbakala Cipari ini..


Taman purbakala Cipari ini terletak di daerah Cigugur, diwilayah kaki gunung Ciremai.. Alhamdulillah, jalur ke sini dilalui angkot 09 jadi transportasi ke sana relatif mudah.. Apalagi kemarin mobil dibawa Bapak mertua ke Cirebon setelah mengantar kita ke Kuningan.. Nasiib belum bisa nyetir mobil, eh tapi saya sudah bisa bawa motor loh.. matic tapi.. nanti saya ceritakan di postingan lain yah soal belajar motornya..


Setelah ngangkot, untuk lanjut masuk dari jalan besar kami naik ojek.. Pulangnya jalan kaki saja, karena tidak ada ojek standbye di bawah.. tapi tidak terlalu jauh sebetulnya.. situsnya sepii.. Hanya ada kira2 3 rombongan saja yang masing2 cuma bertiga dan berempat.. Saya ke sana dengan Syafiq dan ponakan saya yang seumuran Syafiq, namanya Zahra..


Apa sih yang ada di situs ini? Semuanya adalah barang-barang peninggalan manusia purba seperti yang dulu kita pelajari di sekolah.. Ada kubur batu, menhir diluar museum, kapak2 batu, perhiasan dan gerabah2 didalam museumnya.. Untuk masuk sendiri tidak ada tiket masuknya.. Hanya saja pas didalam museum, setelah mengisi buku tamu diminta sumbangan seikhlasnya hehe.. Padahal bukannya ada dana pemeliharaan ya.. Tapi ya sudahlah toh seikhlasnya, mungkin buat guide-nya disitu..


Situs ini tidak begitu luas arealnya.. Jadi ya seperti taman pada umumnya.. Jangan berekspektasi berlebihan sewaktu mengunjungi tempat ini hehe.. Yah segitu aja kita keliling-kelilingnya.. Guide menjelaskan sih soal sejarah penggalian dan sebagainya tapi saya tidak terlalu fokus hehe.. Syafiq lumayan suka disini.. Tapi tidak lama disana hanya sekitar 30-40 menitan sudah selesai mengunjungi semua bagiannya.. Tapi sebagai orang Kuningan minimal saya sudah bisa bilang pernah lah ke tempat ini hehe.. Soalnya banyak orang dari kota lain malah jauh-jauh ke sini.. Jadi yang suka sejarah silakan jangan lupa mengunjungi tempat ini sewaktu berkunjung ke Kuningan..

Wednesday, December 17, 2014

City Tour Naik Bis Tingkat


Dua minggu yang lalu ibu saya pulang ke Kuningan via kereta api ke Cirebon bersama kakak ipar.. Setelah mengantar blio ke stasiun Gambir, waktu masih jam 9 saat itu.. Masih cukup pagi dan memang tidak ada agenda pada hari itu.. Jadilah kami bertiga memanfaatkan waktu untuk jalan-jalan dulu.. Apalagi sejak lama Syafiq memang minta naik bis tingkat.. Mumpung di jakpus hayuklah kita wujudkan.. Dari stasiun Gambir kita lanjut parkir mobil di Istiqlal.. Kenapa ga di Monas aja kan ada halte bis tingkat juga? Dari hasil browsing-browsing katanya halte Monas ramai.. Jadi kita pilih halte Istiqlal yang relatif sepi..


Alhamdulillah begitu keluar Istiqlal, bisnya sudah ada nongkrong dihalte Istiqlal.. Waktu itu lagi ada dokumentasi apa ga tau deh.. Ada anak-anak Dayak.. Mungkin semacam acara Sibolang gitu deh.. Jadi sempat ga jalan dulu beberapa menit bisnya.. Dan lagi diatas penuh jadi kita kebagian dibawah deh.. Tapi ga lama koq.. Karena di halte berikutnya ada penumpang yang turun.. Jadi kita bisa pindah ke atas..


Dibawah ada guidenya yang pakai baju merah megang mic ituh.. Jadi sepanjang perjalanan, nanti guide memberitahukan sejarah dari tempat-tempat yang kita lewati.. Bus ini hanya berhenti pada perhentian yang disediakan yaitu Monas Merdeka Barat, Balai Kota, Sarinah, Bundaran Hotel Indonesia, Museum Nasional Merdeka Barat, Pecenongan, Pasar Baru Gedung Kesenian Jakarta, Mesjid Istiqlal, Monas Merdeka Utara.. 

Sementara rutenya: 
Jalan Merdeka Barat – Jalan Merdeka Selatan – Balai Kota Jakarta – Jalan M.H. Thamrin – Sarinah – Bundaran Hotel Indonesia (HI) – Plaza Indonesia – Jalan M.H. Thamrin – Jalan Majapahit – Harmoni – Jalan Ir. H. Juanda – Pecenongan – Jalan Veteran – Pasar Baru – Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) – Jalan Gedung Kesenian – Jalan Lapangan Banteng Utara – Jalan Katedral – Katedral – Mesjid Istiqlal – Stasiun Juanda – Jalan Veteran – Jalan Veteran 3 – Jalan Merdeka Utara – Istana Negara – Jalan Merdeka Barat




Lumayan lah jalan-jalan naik bis tingkat gratis.. Disana nanti ada petugas yang akan mengingatkan kalau kita sudah sampai dihalte kita berangkat.. Demi keadilan memang naik bis ini ga bisa lebih dari satu puteran.. Meskipun ada juga tuh rombongan bocah-bocah usia SMP ga mau disuruh turun hehe.. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...