Tanggal 18-21 Agustus lalu ikutan Diklat Perencanaan Keuangan Keluarga dari kantor.. Lokasinya di Pusdiklat Pancoran.. Lumayan naik krl lebih pendek daripada jarak ke kantor.. Dikira bisa pulang lebih cepat dari biasanya.. Tapi ternyata setiap hari diklatnya lumayan lama.. Tapi disyukuri, insya Allah dapat ilmunya.. Apalagi sejak dulu memang saya sangat suka financial planning.. dan punya cita-cita punya gelar cfp suatu hari nanti hehe.. Materinya beragam dan tentu saja narasumber yang diundang juga orang-orang yang memang ahli di bidangnya.. Belajar lagi soal merencanakan keuangan keluarga, asuransi, investasi sampai enterpreneurship.. Meskipun buku-buku tentang financial planning bertebaran, tapi tentu saja lain sensasinya dengan belajar tatap muka dengan narasumber.. Foto diatas bersama salah satu narasumber tentang enterpreneurship, nama beliau Ibu Yuni Indrani Wijaya.. Punya banyak perusahaan dari konsulting sampai bakery dengan merk JnJ.. Materinya sangat menarik.. beliau banyak berbagi pengalaman tentang wirasausahanya.. tambah semangat buka usaha.. mudah-mudahan bisa segera terwujud.. Aamiin..
LinkWithin
Laman
Category
Showing posts with label Financial Planning. Show all posts
Showing posts with label Financial Planning. Show all posts
Friday, September 18, 2015
Monday, June 10, 2013
Akhirnya (Asuransi Term-Life) Takaful Al-Khairat..
Setelah sekian lama tertunda, akhirnya bulan lalu deal juga untuk mengambil asuransi term-life.. Seperti yang saya ceritakan di postingan ini dan ini nih.. Awalnya beberapa tahun yang lalu saya mengambil beberapa unit link.. Tapi kemudian setelah mendapat pencerahan dari tulisan beberapa perencana keuangan dan juga membaca buku-buku tentang asuransi link, saya kemudian memutuskan untuk menutup asuransi link yang saya punya, dan memisahkan saja antara investasi dengan proteksi melalui reksadana dan asuransi term-life. Anyway saya tidak akan menyalahkan yang masih punya unit link ya, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan tersendiri.. Jadi semua keputusan sepenuhnya ada ditangan anda..
Perjalananan saya membeli reksadana secara online sudah saya ceritakan juga di sini. Lalu bagaimana perjalanan saya menemukan dan memutuskan mengambil asuransi term-life ini akan saya ceritakan disini.. Apa sih asuransi term-life itu? Asuransi term-life sendiri adalah jenis asuransi jiwa, (term-life berjangka, jadi dalam periode berapa tahun yang kita pilih). Sifat asuransi jiwa sendiri bukan asuransi dengan saving artinya tidak ada nilai tabungan kita disini. Ketika tidak ada klaim maka premi yang kita bayarkan hangus, kecuali untuk produk yang saya ambil ini ada bagi hasilnya saja. Itupun tergantung nilai bagi hasil pada saat kita mengakhiri asuransi term-life kita. Tapi saya yakin sebesar apapun uang pertanggungannya tidak ada orang yang ingin menukar jiwa orang yang dicintai dengan nilai rupiah..
Lalu kenapa saya butuh untuk mengambil produk ini. Pertama saya akui memang karena kesalahan dalam pengambilan keputusan pada saat mengambil KPR. Karena satu dan lain hal, KPR atas nama saya. Padahal penghasilan suami jauh lebih besar. Jadi terbayang dong kalau misalnya suami yang lebih dahulu meninggal, maka saya akan menanggung cicilan utang KPR yang lumayan setiap bulannya. Padahal saya hanya akan mendapatkan pensiunan yang nominalnya tidak bisa mencukupi nilai cicilan. Belum lagi biaya hidup dan pendidikan anak saya kelak. Alasan kedua adalah kami berdua adalah tulang punggung keluarga masing-masing, jadi boro-boro buat ngurusin anak kami ya, keluarga besar juga beberapa masih harus dibantu secara finansial.. Alasan ketiga, saya sendiri produk single parent yang ditinggal bapak yang meninggal dalam usia sangat muda (29 tahun) meninggalkan istri yang sedang hamil dan dua anaknya yang masih ingusan (2 dan 3 tahun).. Jadi saya sangat mengalami bagaimana kerasnya hidup tanpa bapak yang sama sekali tidak meninggalkan harta/pensiunan apapun.. Ceritanya seperti apa? Sungguh sangat panjang.. Bisa terbit 1 novel based on real story hehe..
Loh, bukannya rezeki sudah ada yang mengatur?.. Betul, bahkan Rasulullah juga tidak meninggalkan harta apapun ketika meninggal. Tapi saya sendiri memandang tawakal adalah ikhtiar dulu baru tawakal. Karena realitanya kehidupan kita sekarang jauuuh lebih kompleks daripada zaman Rasulullah dulu. Biaya hidup semakin tinggi dan biaya pendidikan di negara kita belum bisa gratis seperti di negara2 maju..
Lanjut ke asuransi yang saya ambil, namanya asuransi Al-Khairat dari Takaful. Saya dan suami sama-sama ikut dengan pertimbangan2 di atas. Premi yang kami bayar tidak terlalu besar, dibayar per tahun (perjanjian 15 tahun) dan uang pertanggungan yang sudah kita hitung cukup untuk membayar hutang-hutang yang menjadi tanggungan pasangannya (karena untuk pemegang kredit ada asuransi jiwa kredit biasanya) dan juga biaya hidup tentunya (min setahun jangan lupa inflasi dihitung ya..).. Mengapa saya memilih Takaful? Tentu saja yang pertama karena akadnya syariah.. Loh bukannya asuransi jiwa ini seperti judi ya? Dalam asuransi syariah akadnya adalah ta'awun (tolong menolong/saling menanggung).. premi yang kita bayar masuk ke dalam rekening tabarru.. Jadi dari awal kita harus betul2 mengikhlaskan premi yang kita bayar. In case ketika ada salah satu peserta yang meninggal, uang tabarru kita yang digunakan untuk membayar klaim tersebut.. Judi? kalau judi jelas semua yang ikut judi mengharap memenangkan judi.. Apa iya kita mengharapkan orang yang kita cintai meninggal cuma untuk mendapatkan rupiah yang so pasti nilainya tidak akan pernah bisa dihitung (saking berharganya).. Jadi betul-betul ketika kita membayar premi, kita ikhlaskan uangnya untuk tabarru.. Jadi saya rasa tidak bisa disamakan..
Lah kalau gitu enak banget jadi perusahaan asuransi kalau tidak ada klaim uang premi jadi milik mereka? Untuk amil (pengurus zakat) saja ada bagiannya dalam zakat.. Meskipun tidak bisa disamakan apple to apple, perusahaan asuransi juga tidak diam saja bukan? mereka bekerja mengelola dana dan juga menyalurkan klaim dsb.. Mereka juga bisa mengalami kerugian. Pun, kita dapat bagi hasil dari dana kelolaan mereka.. Berikut syarat dan manfaat dari Takaful Al-Khairat ya..
Takaful Al-Khairat adalah suatu bentuk perlindungan yang manfaat proteksinya diperuntukkan bagi ahli waris apabila pemegang polis ditakdirkan meninggal dalam masa perjanjian.
Manfaat
- Bila Peserta ditakdirkan meninggal masa perjanjian, maka ahli warisnya akan mendapatkan dana santunan meninggal dari Asuransi Takaful Keluarga sesuai dengan jumlah yang direncanakan Peserta.
- Bila Peserta hidup sampai perjanjian berakhir, maka Peserta akan mendapatkan bagian keuntungan atas Rekening Khusus/Tabarru’ yang ditentukan oleh PT Asuransi Takaful Keluarga, jika ada.
- Usia masuk maksimal 60 tahun
- Usia masuk + Masa Perjanjian maksimal 65 tahun
- Manfaat Takaful dapat disesuaikan dengan permintaan.
Nah, itu dia sekelumit cerita saya soal asuransi term-life Takaful yang saya ambil ya.. Semoga bermanfaat untuk teman-teman yang sedang mencari tahu tentang asuransi term-life.. Yang mau tanya angka-angka detailnya boleh email ya ke greenbuttervlee@gmail.com..
Wednesday, April 4, 2012
Membeli Reksadana Secara Online..
Menyambung postingan sebelumnya tentang dana pendidikan, kali ini mau share tentang pengalaman membeli reksadana secara online. Sampai saat ini kami sudah berusaha untuk memvariasikan instrumen investasi, mulai dari logam mulia, property (hasil utang hehe) dan reksadana. Satu peernya adalah untuk langsung investasi di sektor real yang belum terealisasi sampai saat ini. Kenapa kita harus berinvestasi? Karena menabung saja tidak cukup. Dalam dunia yang semakin mengglobal ini, kita tidak bisa menghindari yang namanya inflasi. Kecuali seluruh negara sudah menggunakan emas sebagai alat tukar ya..
Reksadana adalah salah satu instrumen investasi yang bisa digunakan untuk dana pendidikan maupun tujuan keuangan lainnya seperti naik haji, dana darurat, dana liburan dll. Prinsip sederhananya, reksadana itu mengumpulkan dana dari sekian banyak investor yang membeli reksadana oleh manajer investasi selaku pihak yang menerbitkan reksadana. Manajer investasi (MI) selaku pengelola reksadana yang akan mengelola uang dari seluruh investor untuk diinvestasikan dalam obligasi, saham, pasar uang dsb. Terus kita tahu untung ruginya dimana? Hal ini bisa dilihat dengan naik turunnya Nilai Aktiva Bersih (NAB/NAV) reksadana yang kita beli. Sama seperti logam mulia, kita akan membeli sejumlah unit reksadana dengan NAB sekian. Nah setelah beberapa waktu kita akan menggunakan reksadana untuk tujuan keuangan kita, maka kita tinggal menjualnya dengan NAB saat itu. Jadi gain yang kita dapat adalah dari naiknya NAB reksadana kita. Karena kenaikan NAB itu berarti dana yang kita investasikan menghasilkan keuntungan. Kemudian akan dibagi untuk semua pemegang unit reksadana setelah dikurangi operasionalnya MI nya ya. Jadi bisa turun dung? Iya, karena seperti layaknya orang usaha kan bisa juga merugi.
Reksadana bisa dibeli dengan dua cara, langsung dari perusahaan manajer investasinya seperti Danareksa ataupun melalui bank-bank yang merupakan agen penjual reksadana. Dari hasil jalan-jalan didunia maya, akhirnya aku memutuskan untuk membeli reksadana melalui bank commonwealth saja.. Alasan paling utama sih karena bank commonwealth saat ini satu-satunya bank yang menjual hampir 40 reksadana dan bisa dilakukan secara online melalui internet banking. Jadi tidak harus repot datang ke kantornya.. Yang pasti kamu harus punya rekeningnya dulu yah.. Untuk pembelian pertama sekarang banyak sekali reksadana yang bisa dibeli dengan hanya uang 1 juta atau bahkan 500rb rupiah saja..
Well, jadi langkah pertama yang dilakukan adalah datang ke salah satu cabang commonwealth bank, dan membuka tabungan disana dengan minimal setoran pertama 500rb rupiah. Untuk mulai berinvestasi reksadana, kita harus sudah punya NPWP terlebih dahulu. Mengisi aneka ragam formulir hehe.. Dan tanda tangan disana dimari yah, banyak bener.. udah kaya artis aja.. Selain itu juga nanti ada kuisioner khusus yang diisi untuk mengetahui jenis investor yang manakah kita. Low risk taker or high risk, are you? Kira-kira begitu deh.. Nah hasilnya aku termasuk yang growth, artinya suka return tinggi, tapi juga ga takut kehilangan dana awalnya hehe.. Hanya satu tingkat dibawah investor agresif, wew!
Setelah itu nanti kita akan diberikan perangkat token untuk melakukan fasilitas internet banking, gratis bo! Padahal bank lain ada yang ga gratis ya, udah gitu ga jadi punya sendiri.. Setelah itu petugas mendemokan cara pemakaian token dan internet banking untuk pembelian reksadana secara online. Sebelum memutuskan membeli reksadana yang mana tentukan dulu tujuan keuangannya. Jangka pendek, menengah atau jangka panjang. Hal ini penting untuk menentukan jenis reksadana mana yang akan kita ambil. Reksadana terdiri dari jenis reksadana pendapatan tetap, pasar uang, campuran dan saham. Untuk jangka waktu pendek sebaiknya menggunakan reksadana pendapatan tetap saja karena resikonya lebih rendah dari reksadana saham.
Nah, berhubung tujuanku semuanya jangka panjang jadi yang aku beli adalah reksadana saham, ada juga sih akhirnya beli yang campuran untuk tujuan liburan hehe.. ga salah koq kalau kita ingin senang2 mencari hiburan bareng keluarga. Oia, untuk informasi masing-masing reksadana bisa dilihat di www.infovesta.com ya.. Atau bisa di website bank-bank penjualnya. Jangan lupa baca prospektusnya dulu dan juga performa NAB-nya diwebsite yang bersangkutan sebelum membeli.. Meskipun performa di masa lalu tidak bisa menjadi patokan performa di masa datang..
Untuk aku sendiri karena inginnya uang yang kita investasikan berjalan dalam koridor yang halal, makanya reksadana yang menjadi pilihan adalah yang syariah. Loh memang ada saham syariah? Ada loh.. Dewan syariah sendiri sudah menetapkan saham2 perusahaan yang listing di bursa efek yang termasuk saham syariah. Syaratnya antara lain perusahaan tidak bergerak di bidang produksi yang haram, tidak ada unsur spekulasi, transaksi riba dan lain sebagainya yang sudah standar halal sesuai syariah. Memang sih NAB untuk reksadana syariah masih relatif kecil dibandingkan dengan yang konvensional. Tapi kan juga karena reksadana syariah sendiri relatif lebih baru. Di commonwealth sendiri biaya untuk pembelian melalui internet banking mendapat diskon sebesar 50%. Tapi ada juga loh reksadana yang tidak menetapkan biaya pembelian. Jadi gratis hehe.. Contohnya Manulife Sektoral Amanah yang aku punya.. Setiap reksadana beda-beda yah biaya dan pembelian berikutnya.. Tapi Insya Allah masih sangat terjangkau oleh investor kecil-kecilan kayak aku ini..
Tuh gampang banget kan investasi reksadana.. Setelah pembelian pertama, lanjutkan dengan pembelian rutin ada koq yg minimal 100rb dengan autoinvest. Tapi untuk program autoinvest ini harus registrasi dulu baru nanti didebet pada rekening sesuai permintaan kita. Rata2 sih untuk pembelian berikutnya min 500rb. Jadi kepemilikan kita terus bertambah meskipun sedikit. Website commonwealth juga cukup mudah digunakan. Oia, nantinya transaksi baru akan divalidasi sehari kemudian, paling lama 2 x 24 jam. Dan bukti transaksi akan dikirimkan dalam 2 minggu ke alamat kita.. Selamat berinvestasi!
Tuesday, April 3, 2012
Dana Pendidikan
Dulu awal-awal nikah belom melek sama yang namanya investasi, jadilah untuk dana pendidikan kami memutuskan untuk mengambil unit link asuransi. Ga tanggung-tanggung sampai 3 ngambilnya.. Hadooh! Setelah baca-baca sekian banyak buku dan artikel yang membahas kekurangan asuransi unit link, barulah saya dan suami tersadar dengan kelalaian kita mengambil unit link tanpa pengetahuan yang memadai..
Sekarang setelah sadar tentang kekurangan unit link, satu per satu unit link kami tutup. Meskipun kita harus menanggung rugi yang tidak sedikit hiks.. Tapi mumpung belum terlambat, anggaplah kita memang mengeluarkan hak orang lain.. Minimal rezeki buat agen penjualnya hehe..
Nah sekarang waktunya menata kembali rencana keuangan kita.. Seperti yang selalu setiap perencana keuangan tekankan di awal, pastikan dulu tujuan keuangan kita apa baru tentukan investasinya apa.. Ok kali ini saya mau bahas pendidikan anak yah.. Kata Ligwina Hananto anak lo ya yg ga sekolah.. Soalnya serem juga melihat dana pendidikan yang ternyata tinggi sekali kenaikannya. Dan tentu saja karena saya bukan lagi tinggal di daerah saya kecil dulu yang mana pendidikan negeri masih yang terbaik. Untuk rencana dana pendidikan kita bisa menggunakan instrumen investasi logam mulia dan reksadana. Kenapa ga asuransi pendidikan? Oh tidak saya sudah berkali-kali menemukan bahwa asuransi pendidikan pada saatnya nanti tidak bisa mengejar inflasi pendidikan yang aje gile itu..
Ok deh dimulai dari menghitung dana pendidikan sampai dengan S1. Untuk S2 sih kayaknya anak kita harusnya sudah bisa mandiri ya.. Untuk menghitungnya kita perlu mencari tahu uang pangkal di sekolah yang kita tuju. Saya menghitung dengan kalkulator QM financial di http://tujuanloapa.qmfinancial.com . Hasilnya seperti ini:
Berhubung Syafiq tinggal setahun lagi di TK, dan SPP bulanan masih bisa kita tanggulangi dengan pengeluaran rutin, maka rencana dimulai dengan pendidikan SD syafiq yang tinggal setahun lagi (rencana masuk SD 6 tahun). Setelah survey2 SD yang kami tuju dan dapat nominal besaran uang masuknya kami perhitungkan juga inflasi pendidikan 20% per tahun, hasil perhitungannya ternyata masih bisa ditanggulangi dengan simpanan logam mulia yang kami kumpulkan. Dan Alhamdulillah masih sisa. Jadi bisa kita gunakan untuk awal investasi pendidikan SMP dan SMA. Selanjutnya mungkin akan memakai investasi yang sama seperti sebelumnya dengan membeli logam mulia.
Berhubung Syafiq tinggal setahun lagi di TK, dan SPP bulanan masih bisa kita tanggulangi dengan pengeluaran rutin, maka rencana dimulai dengan pendidikan SD syafiq yang tinggal setahun lagi (rencana masuk SD 6 tahun). Setelah survey2 SD yang kami tuju dan dapat nominal besaran uang masuknya kami perhitungkan juga inflasi pendidikan 20% per tahun, hasil perhitungannya ternyata masih bisa ditanggulangi dengan simpanan logam mulia yang kami kumpulkan. Dan Alhamdulillah masih sisa. Jadi bisa kita gunakan untuk awal investasi pendidikan SMP dan SMA. Selanjutnya mungkin akan memakai investasi yang sama seperti sebelumnya dengan membeli logam mulia.
Nah untuk biaya pendidikan tinggi (kuliah) rencananya kami akan menggunakan investasi lain yaitu dengan reksadana. Karena masih cukup lama alias jangka panjang lebih dari 10 tahun, maka saya memutuskan untuk mengambil reksadana saham yang returnnya tinggi. Meskipun resikonya juga tinggi.. Omong-omong soal reksadana, sebetulnya saya juga baru mulai kenalan sama instrumen investasi yang satu ini.. Ternyata asyik juga yah, berasa jadi investor gimana gitu.. Padahal mah yang dinvest juga baru kecil aja hehe.. Tapi Insya Allah selanjutnya akan rutin untuk membeli setiap bulannya.. Itung-itung jajan menghasilkan ya? Apalagi sekarang beli reksadana juga bisa online saja, jadi ga ribet lagi harus datang ke banknya.. Oia, cerita membeli reksadana akan dilanjutkan di postingan berikutnya ya..
Yah intinya, jelas kita maunya anak kita lebih baik dari kita ya.. termasuk soal pendidikan. Meskipun sekolah tinggi bukan segalanya, tapi sudah jadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya kan? So, mari kita persiapkan dana pendidikan untuk anak kita dari sekarang..
Subscribe to:
Posts (Atom)


