LinkWithin

Thursday, December 5, 2013

Tentang Impian

Belum lama ikut training motivasi dari kantor, temanya tentang transformasi.. Dikait-kaitkan dengan transformasi kelembagaan di kantor kami tentunya.. Ada bahasan tentang ulat yang bertransformasi menjadi kupu-kupu.. Bagaimana ulat yang banyak orang merasa jijik, lalu berubah menjadi kupu-kupu yang cantik.. Digambarkan bagaimana kerasnya usaha kupu-kupu itu untuk keluar dari kepompongnya.. Gerakan itulah yang sebenarnya memicu tubuh kupu-kupu mengeluarkan cairan yang memudahkannya untuk terbang.. Karena apabila dibantu proses pengeluarannya oleh manusia (disobek kepompongnya). sesungguhnya kupu-kupu yang keluar ternyata tidak terbang.. karean kupu-kupu itu keluar dari kepompongnya tanpa perjuangan, melainkan dengan bantuan manusia..

Tiba-tiba teringat, sudah bertahun lamanya saya tidak pernah lagi menulis dengan rinci impian saya.. Terakhir mungkin semasa kuliah.. Bekerja, kuliah ke luar negeri, traveling ke tempat-tempat yang indah di seluruh dunia, haji di usia muda.. Dulu bahkan sampai menuliskan visi dan misi sendiri, termasuk planning dan step-step lengkap dengan time schedule-nya. Terinspirasi dari sebuah buku yang saya baca dulu.. Saya lupa judulnya (maklum buku pinjeman), tapi seingat saya yang menulis Anis Matta.. Browsing2 sebentar ketemu judulnya Model Manusia Muslim Pesona Abad 21.. Setelah menikah, semua impian saya rasanya buyar.. Dengan berbagai konsekuensi dari pilihan menjadi istri dan menjadi ibu, tentu merangkai mimpi itu perlu banyak penyesuaian.. Bukan, bukan saya menyalahkan pernikahan.. Toh sebetulnya semua impian itu bisa dicapai bersama dengan keluarga..

Sekarang saya seperti orang yang kebingungan..Koq sepertinya saya jalan di tempat, let it flow saja seperti air.. Kalau ditanya impian ya banyak? Punya bisnis besar yang mengkaryakan masyarakat, rumah luas, mobil nyaman, berhaji dengan keluarga dll.. Tapi apa yang sudah saya planning untuk semua impian itu? Rasanya belum ada.. Kalaupun ada, rasanya belum segenap usaha baik fikiran maupun tindakan saya lakukan untuk mencapai semuanya.. Hanya sekedarnya saja.. Padahal waktu terus berjalan, pun usia terus merambat.. Wallahu'alam sampai kapan jatahnya.. Jadi apa dong, next? Yuk ah susun lagi puzzle impian itu.. Susun juga langkah-langkah strategis untuk mencapainya.. Dan yang paling penting melaksanakan semua rencana itu.. Semoga Allah meridhoi setiap langkah kita, amin.. Semangat Pagi! Ganbatte! Chaiyo! Fighting! Hamasah!...

Jakarta, 05 Desember 2013

2 comments:

  1. sama teeeeh
    ayu lagi kepikiran hal yang sama
    kok kayaknya terlena gitu ya sesudah kerja
    ritme yang sudah dikenal, lingkungan yang relatif nyaman dan seterusnya

    emang perlu dikaji lagi ini mimpi-mimpi masa muda
    hahaha

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...